Ketuk sebuah pulau — atau pakai daftar di bawah peta

Peta interaktif kepulauan Indonesia

Platform konsep · showcase PIXZ.DEV

Tujuh belas ribu pulau.Mulai dari enam.

Jelajah berarti menjelajah — atlas lapangan ini mengubah kepulauan menjadi sesuatu yang bisa kamu klik. Pilih pulau, baca catatan lapangannya, dan tarik garis rute di atas peta.

Atlas

Catatan lapangan, per pulau.

Setiap pulau di atlas membawa tiga catatan yang sama: apa yang dilihat, kapan datangnya, dan bagaimana tibanya.

Sumatra

Mei – September

Matahari di bibir kawah Berastagi, orangutan di Bukit Lawang, dan pulau di dalam danau di Danau Toba.

Jawa

April – Oktober

Borobudur saat fajar, lautan pasir Bromo, dan perjalanan kereta yang menambat delapan provinsi.

Kalimantan

Juni – September

Sungai berumah-boat di Tanjung Puting, kunang-kunang saat senja, dan denyut interior yang lambat.

Bali & Nusa

April – Oktober

Pasang surut puri di Tanah Lot, tebing Nusa Penida, dan sawah fajar pertama di Jatiluwih.

Sulawesi

Mei – Oktober

Atap rumah Toraja, diving dinding Bunaken, dan kuliner yang diam-diam mendahului petanya.

Papua

Oktober – April (timur)

Gletser Carstensz, taman bawah laut Raja Ampat, dan hutan yang masih menamai spesies baru.

Perakit rute

Tarik garismu melintasi peta.

Tambahkan pulau dari atlas — peta menggambar rutemu dan menghitung hariannya dengan jujur. Dua hari per pulau, satu hari untuk tiap penyeberangan.

Petamu masih kosong — tambahkan pulau dari atlas di atas.

0 kaki perjalanan · 0 hari2 hari per pulau + 1 hari perjalanan tiap kaki

Jurnal lapangan

Tiga catatan dari jalan.

Foto dan catatan dari perjalanan konsep — nada yang akan dibawa jurnal sungguhan.

Perahu outrigger di air turquoise saat senja merah mudaCatatan 01 · Kuta, Lombok

Perahu-perahu pulang jam enam

Jukung pulang berbaris tanpa ada yang menggarisnya — satu melaju duluan, lalu mengurungkan niat. Duduklah di pasir; pertunjukannya gratis dan selalu tepat waktu.

Punggungan vulkanik menjulang di atas lautan awan saat matahari terbitCatatan 02 · Penanjakan, Jawa Timur

Di atas cuaca

Pagi jam empat, sebuah termos, dan bangku di bibir kawah. Awan datang seperti pasang dan gunung-gunung tetap di atasnya, tidak terganggu.

Ruko-ruko era kolonial pastel di jalan saat golden hourCatatan 03 · Kotagede, Yogyakarta

Jalan-jalan yang menyimpan naungannya

Kota tua mewarnai dirinya dengan warna pudar — mint, mawar, kapur tulis. Sewa sepeda; jaraknya jujur dan naungannya diatur seperti harta.

Hal praktis

Sebelum berlayar.

Tiga pertanyaan yang selalu diajukan setiap perjalanan kepulauan, dijawab dengan lugas.

  • Musim kemarau (April–Oktober) menutup Jawa, Bali, dan Sulawesi dengan nyaman.
  • Papua dan Raja Ampat berjalan sebaliknya — jendela terbaiknya Oktober–April.
  • Bulan-bulan peralihan berarti keramaian tipis dan undian untuk hujan sore.